Ini Dia Perbedaan Saham Biasa & CFD

Bagi kamu yang masih awam dengan istilah dalam investasi saham, mungkin hanya mengetahui istilah saham biasa saja. Di mana, saat melakukan jual beli saham, kamu membelinya ketika harga saham turun lalu menjualnya ketika harga melonjak naik. Meski cara ini menguntungkan, namun tahukah kamu ternyata ketika berinvestasi saham, kamu tidak hanya bisa memilih saham biasa saja loh tapi juga saham CFD.

Lantas, apakah keduanya berbeda? Yuk, simak pembahasannya!

Saham Biasa

Seperti yang sudah dipaparkan di bagian atas, transaksi pada saham biasa umumnya dilakukan dengan cara membeli saham kemudian menjualnya kembali dengan harapan supaya mendapatkan benefit lebih dari selisih harga jual beli saham tersebut.

Selama berinvestasi pada instrumen satu ini, maka para investor akan memperoleh keuntungan yang didapat dari pembagian dividen, yakni pembagian laba bersih pada seluruh pemegang saham yang berdasarkan pada RUPS.

Saham CFD (Contract For Difference)

Berbeda dengan saham biasa, berinvestasi pada saham CFD atau Contract For Difference ini maka kamu akan turut terlibat dalam pergerakan harga saham tanpa harus memiliki perusahaan.

Investasi saham CFD ini biasanya bersifat jangka pendek, di mana kamu bisa membeli dan menjual aset sekuritas yang kamu miliki dengan memperkirakan harganya akan turun maupun naik.

Perbedaan Saham Biasa dan Saham CFD

Terdapat beberapa perbedaan antara saham biasa dan saham CFD. Apakah perbedaannnya?

  • Kepemilikan

Apabila memutuskan erinvestasi pada saham biasa, maka secara otomatis kamu akan memiliki bagian dari saham perusahaan yang kamu beli. Dengan begitu, kamu bisa bebas menentukan jenis investasi yang bisa mendatangkan keuntungan untukmu. Misalnya, memilih investasi jangka pendek dengan mengharapkan capital gain atau memilih investasi jangka melalui pembagian dividen.

Sementara, pada saham CFD, kamu tidak akan menjadi pemilik saham melainkan hanya kontrak saja. Meski kontrak, tapi kamu tetap bisa mengikuti saham yang berlaku pada pasar bursa saham. Bahkan, kamu juga memiliki kesempatan memperoleh dividen apabila saham berada dalam posisi beli sebelum tenggat waktu.

  • Leverage

Saat berinvestasi pada saham biasa, kamu harus menyiapkan sejumlah dana supaya bisa membeli saham yang kamu inginkan. Inilah mengapa berinvestasi saham kadang membutuhkan dana yang lumayan besar untuk modal awal.

Sedangkan, saham CFD, menerapkan leverage yang memungkinkanmu berinvestasi dengan modal minim namun mendapatkan hasil yang lebih tinggi. Meski hasilnya tinggi, namun risiko dari leverage ini juga tinggi sehingga mungkin saja bisa merugikanmu di kemudian hari.

Itulah dia perbedaan antara perdagangan saham dan CFD. Yuk, investasi saham dengan memilih aplikasi Nanovest. Salah satu aplikasi yang sangat aman digunakan untuk tempat berinvestasi lantaran bekerja sama dengan FINRA atau SIPC. Melalui SIPC, nilai investasi kamu di Nanovest akan dilindungi oleh asuransi sampai dengan 500.000 dollar.

Namun, sebelum berinvestasi, ketahui dahulu istilah-istilah penting yang ada di Nanovest ini, yuk:

  1. NanoTag

NanoTag merupakan username di aplikasi Nanovest yang bisa digunakan sebagai identitasmu. NanoTag ini bisa dimanfaatkan untuk menerima maupun mengirim pembayaran ke pengguna Nanovest lainnya.

  1. KYC

KYC (Know Your Customer) merupakan proses verifikasi dan identifikasi data kamu. KYC ini berguna untuk mengecek apakah data yang kamu masukkan benar atau tidak.

  1. Nasdaq

Nasdaq merupakan bursa efek terbesar kedua di dunia yang dijadikan sebagai tempat memperjual-belikan perusahaan-perusahaan publik. Misalnya, Google, Netflix, Microsoft, Apple, dan lainnya.

  1. Stablecoin

Stablecoin merupakan aset kripto yang digunakan untuk menyesuaikan nilai pasarnya dengan referensi eksternal. Biasanya, stablecoin ini menjadikan mata uang seperti Rupiah, logam mulia, emas, dan lainnya sebagai referensinya.

Mudah dan aman, yuk, investasi di Nanovest!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.