Mengapa Ganti Oli di Musim Penghujan Lebih Baik Daripada Musim Kemarau?

Memasuki musim penghujan, perawatan yang Anda berikan pada mobil tak jarang ikut meningkat. Hal ini disebabkan mobil akan lebih sering menghadapi genangan hingga banjir. Untuk itu, tindakan pemeliharaan yang Anda lakukan sebaiknya diperhatikan secara seksama, termasuk menyuplai oli mesin mobil terbaik dari Idemitsu yang akan memproteksi dapur pacu kendaraan.

Uniknya, musim penghujan dianggap sebagai salah satu waktu terbaik mengganti oli mesin mobil. Mengapa? Simak penjelasannya berikut ini!

Ganti oli mobil di musim penghujan

Stanley Tjhie, Business Opportunity Development PT Laris Chandra, mengungkapkan bahwa masa pancaroba, khususnya dari musim kemarau ke musim penghujan, adalah waktu terbaik mengganti oli mesin pada kendaraan, termasuk mobil.

Anda sebenarnya bisa melakukan hal ini pada musim kemarau. Namun, pada musim tersebut, performa oli mesin lebih berat dibandingkan pada hari-hari sejuk. Stanley pun menambahkan pada cuaca panas, molekul oli cenderung mudah rusak. Risiko ini tetap akan terjadi walau Anda memakai oli premium atau dari produsen ternama.

Sementara memasuki musim pancaroba, suhu rata-rata harian cenderung menurun meski belum mendekati suhu pada musim penghujan. Molekul oli pun lebih stabil, sehingga dapat memproteksi komponen mesin lebih optimal. Dalam kondisi seperti ini, oli juga mampu menjalankan sejumlah fungsi seperti membersihkan mesin, menjaga temperatur, hingga mencegah risiko gesekan.

Antisipasi oli tercampur air akibat hujan deras

Mengganti oli menjelang atau selama musim penghujan tak serta-merta melindungi mobil secara menyeluruh. Anda masih dihadapkan masalah seperti menerjang genangan, terjebak kemacetan di tengah hujan deras, hingga menembus banjir.

Dalam situasi-situasi tersebut, sebagian bodi mobil akan terkena air. Mesin tak jarang terendam selama Anda menerobos banjir. Jika dilakukan dalam jangka waktu lama, tak menutup kemungkinan oli dalam mesin akan tercampur air hujan dan menurunkan performanya.

Maka dari itu, pemilik mobil dianjurkan rutin memeriksa mesin sesegera mungkin setelah melewati genangan atau banjir. Langkah ini mudah dilakukan, bahkan bisa Anda cek sendiri di rumah. Caranya cukup perhatikan warna oli yang tersisa pada mesin. Oli yang warnanya berubah menjadi cokelat atau cenderung abu-abu menandakan pelumas sudah tercampur air hujan.

Kalau oli sudah berubah warna, Anda disarankan untuk tak memakai mobil meski mesinnya masih bisa dihidupkan. Pasalnya, laju kendaraan tak akan lancar dan membahayakan Anda di perjalanan. Segera cek semua oli yang digunakan pada mobil, dari oli mesin, oli gardan, hingga oli transmisi. Kuras kalau ada oli yang harus diganti.

Terakhir, periksa atau servis mobil Anda ke bengkel untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pastikan mobil tak terlalu sering menembus genangan dan banjir untuk mencegah risiko yang lebih parah di musim penghujan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.