Cat waterproofing diperlukan untuk melapisi kolam renang agar air tak mudah merembes keluar. Jadi, kebocoran bisa dicegah. Selain itu, volume kolam renang juga bisa terjaga sehingga tak perlu diisi berulang kali.
Sayangnya, lapisan tersebut bisa mengalami kerusakan. Hal ini dapat dilihat dari tanda-tanda yang muncul. Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui berbagai tanda tersebut!
Tanda Cat Waterproofing Kolam Renang Rusak
Lapisan anti air pada kolam renang bisa saja mengalami kerusakan. Terlebih lagi jika cat yang digunakan kurang berkualitas. Selain itu, faktor-faktor lain juga bisa membuatnya mudah rusak, seperti aplikasi yang kurang maksimal.
Kerusakan lapisan tersebut bisa dikenali dari berbagai tanda, seperti:
● Decking Beton Retak
Decking beton adalah area lantai yang mengelilingi kolam renang. Tujuanny aadalah sebagai tempat duduk, area untuk bersantai, hingga untuk berjalan-jalan di sekeliling kolam tersebut.
Tentu decking beton perlu dilapisi dengan waterproofing agar tidak mengalami kebocoran. Namun, jika sudah retak, maka air bisa mengalir ke dalam stuktur beton hingga merusak tulangannya.
● Terjadi Pengelupasan
Pengelupasan juga menjadi tanda cat waterproofing rusak sehingga harus segera diperbaiki. Biasanya, pengelupasan ini diikuti dengan terangkatnya keramik, baik pada bagian dinding maupun lantai.
Ada sejumlah faktor yang membuat pengelupasan ini terjadi. Misalnya adalah tekanan air yang terlalu besar pada bagian dasar kolam renang. Selain itu, kesalahan dalam pengaplikasian juga bisa menjadi penyebab waterproofing mudah mengelupas.
● Pertumbuhan Jamur
Kondisi yang lembap membuat jamur dan lumut sangat mudah tumbuh di kolam renang, terutama pada sambungan keramik dan sudut. Perlu diketahui bahwa pertumbuhannya juga menjadi tanda ada rembesan atau kebocoran di kolam renang.
Selain itu, pertumbuhan jamur dan lumut juga menurunkan tingkat estetika kolam renang. Tak hanya itu, kolam juga menjadi lebih licin sehingga dapat mengganggu keamanan para penggunanya.
● Perubahan Warna dan Noda
Tahukah Anda bahwa perubahan warna dan noda pada kolam renang juga menjadi tanda kerusakan lapisan waterproofing? Maka dari itu, Anda perlu memperhatikan keduanya pada kolam renang untuk mengantisipasi kerusakan.
Jadi bila ada noda putih, perubahan warna pada dinding maupun lantai kolam, atau keramik terlihat kusam, maka bisa menjadi tanda bahwa air merembes ke dalam beton. hal ini disebabkan oleh waterproofing yang mulai rusak.

Tips Waterproofing Tepat untuk Kolam Renang
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, waterproofing bisa mudah mengelupas jika Anda menggunakan produk yang kurang berkualitas dan kekeliruan dalam proses aplikasi. Oleh sebab itu, Anda perlu mengantisipasinya dengan melakukan sejumlah tips di bawah ini:
● Periksa Kolam sebelum Aplikasi
Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memeriksa kolam sebelum aplikasi. Pastikan bahwa kolam mempunyai struktur beton yang baik tanpa ada keretakan atau kerusakan.
Tak hanya itu, Anda juga harus memastikan bahwa permukaan beton benar-benar kering, bersih, dan bebas dari debu apapun. Selain itu, kondisi permukaannya juga harus benar-benar rata.
Proses aplikasi menjadi lebih mudah dan maksimal bila kolam dalam kondisi prima. Jadi, Anda tak perlu khawatir akan kebocoran atau rembesan karena waterproofing tetap bisa bekerja dengan baik.
● Pilih Produk Berkualitas
Hal lain yang perlu diperhatikan tentu adalah kualitas produknya. Bila perlu, carilah waterproofing yang memang didesain khusus untuk kolam renang. Dengan desain khusus tersebut, lapisan anti air bisa menghadapi berbagai tantangan.
Contoh tantangan yang bisa dihadapi olehnya adalah tekanan tinggi terutama pada bagian bawah kolam renang. Selain itu, produk berkualitas juga tak melepaskan racun meskipun berada di dalam air.
Jangan lupa juga untuk mengecek cara pakai dan kadaluarsanya. Kedua hal ini dibutuhkan untuk menjaga agar produk waterproofing tetap bekerja dengan maksimal dalam mencegah kebocoran dan rembesan.
● Aplikasi Waterproofing sebelum Pemasangan Keramik
Perlu Anda perhatikan bahwa waterproofing perlu diaplikasikan terlebih dahulu di atas beton sebelum pemasangan keramik. Jadi, jangan sampai Anda melakukan hal sebaliknya bila ingin mencegah kebocoran pada kolam renang.
Dengan pemasangan ini, lapisan anti air tetap bisa melindungi beton pada bagian bawahnya meskipun keramik mengalami kerusakan. Alhasil, struktur dapat lebih terlindungi dari hal-hal yang tak diinginkan.
● Cek dan Uji Kebocoran
Sebelum mengaplikasikan keramik, Anda perlu melakukan uji coba kebocoran terlebih dahulu. Jadi, Anda tak perlu membongkar keramik lagi jika air tetap merembes melalui lapisan waterproofing.
Cara mengujinya cukup sederhana, yakni aplikasikan waterproofing terlebih dahulu. Lalu setelah kering, isi kolam air hingga penuh. Lihat dalam beberapa hari apakah volumenya berkurang atau tidak. Jika tidak, maka lantai dan dinding sudah kedap air.
Menjaga Kolam Renang dengan Produk Sika
Produk yang berkualitas menjadi salah satu kunci dalam pencegahan kebocoran dan rembesan kolam renang. Oleh sebab itu, Anda perlu memilihnya dengan bijak.
Salah satu produk yang layak dipertimbangkan adalah SikaTop®-109 Elasto. Produk ini tahan terhadap freezdan thawing, memiliki kemampuan crack bridging baik, mudah dicampur dan diapliaksikan, komponen tertakar, daya rekatnya yang baik, dan kedap air.
Selain itu, produk ini juga meminimalkan penetrasi karbon dioksida, meningkatkan ketahanan terhadap asam serta beku, ekonomis, fleksibel, serta air cure.
Sika adalah pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia. Tak hanya itu, Sika juga sudah berpengalaman selama 114 tahun dalam menangani proyek-proyek. Contohnya adalah Wahoo Waterworld di Bandung.
Jadi, Anda tak perlu ragu lagi dengan kualitas Sika sebagai cat waterproofing berkualitas. Butuh informasi selanjutnya? Silahkan klik di sini untuk mendapatkannya!
